HEMOROID - WASIR

Wasir adalah kondisi ketika pembuluh darah vena di sekitar dubur (anus) atau rectum (bagian bawah usus besar sebelum dubur) membengkak dan meradang. Wasir disebut juga sebagai ambeien sedangkan dalam istilah kedokterannya disebut hemorrhoids. Wasir terjadi karena pelebaran atau pembengkakan pembuluh darah halus di saluran pembuangan (anus). Pembuluh darah halus memiliki dinding yang sangat tipis yang sangat rentan akan pelebaran atau pembengkakan.
  • Wasir ini memang bukan penyakit serius yang mengancam jiwa kecuali seorang hemophyli yang terkena wasir
  • Bahkan Anda pun belum tentu menyadarinya, namun wasir sering menjadi menyakitkan dan mengganggu aktivitas.
  • Orang sehatpun bisa terserang wasir.
  • Berdasarkan lokasinya bisa terjadi internal (di dalam rectum) atau eksternal (di sekitar anus).
  • Internal adalah pembengkakan pembuluh darah vena pada usus pembuangan atau rectum.
  • Pada wasir dalam, pembuluh darah ditutupi oleh selaput lendir yang basah di dalam anus.
  • Awalnya wasir dalam tidak terlihat dari luar, tapi kalau sudah membesar bisa menonjol keluar,”
  • Gejala umum wasir dalam adalah keluar darah kalau buang air, karena tonjolan wasir yang menempel di dinding dalam anus tergesek oleh feses yang sulit keluar.
  • Adapun eksternal (berada di luar rectum) lebih mudah terdeteksi karena pembengkakan pembuluh darah terjadi pada kulit anus dan berwarna biru.
  • Ini bisasanya terasa gatal dan/atau menyakitkan karena kulit anus memiliki jaringan saraf.
  • Perlu dicamkan, tidak semua kasus pada darah yang menetes dari anus adalah wasir ternyata bisa juga beberapa penyakit colon (usus besar) misalnya memiliki gejala mirip dengan wasir yaitu Bercak-bercak darah pada feces atau tetesan darah saat buang air besar,
Khusus untuk wasir dalam, ada beberapa stadium, yaitu:
  • Dinding rectum tidak memiliki saraf seperti kulit sehingga jenis itu tidak terasa sakit dan mudah terabaikan oleh penderitanya.
  • Biasanya baru terdeteksi ketika Anda melihat bercak darah pada feces atau tetesan darah saat buang air besar (BAB).
Derajat keparahan wasir meliputi empat tingkat.
  • Stadium 1, tonjolan masih kecil dan belum keluar. Gejalanya, darah menetes setiap habis buang air besar.
  • Stadium 2, tonjolan sudah keluar tapi belum begitu besar. Gejalanya, setelah buang air besar, tonjolan keluar, tapi akan masuk kembali saat penderita dalam posisi berdiri.
  • Stadium 3, tonjolan sudah lebih besar. Gejalanya, usai buang air tonjolan keluar dan tidak masuk lagi. Jadi harus ditekan dan didorong menggunakan tangan.
  • Stadium 4, tonjolan bisa sebesar bola tenis. Tonjolan tidak bisa didorong masuk, dan harus dioperasi.
  • Sementara pada wasir luar, kulitlah yang menutupi pembuluh darah.
  • Karena posisinya di luar anus, wasir luar lebih gampang terlihat.
  • Gejala umum wasir luar tentu berbeda dengan wasir dalam.
  • “Karena berada di luar dan tidak dilalui kotoran, keluhannya adalah rasa sakit atau nyeri akibat pembuluh darah yang pecah.
  • Setelah pecah, darah tidak keluar tapi mengumpul dan menjadi trombus (bekuan darah),”
  • Ada kalanya wasir pecah, tapi tetap menonjol dan menjadi bekuan darah.
  • Sebetulnya, hampir 50 ­ 60 persen manusia dewasa mempunyai wasir.
  • Namun, tidak semua penderita wasir butuh pengobatan.
  • Kalau tonjolan wasirnya tidak besar, hanya berdarah 2 atau 3 bulan sekali dan tidak ada keluhan, “Ya tidak perlu diobati, apalagi dioperasi.
  • Tapi kalau sudah terasa sakit, nyeri, sering berdarah dan tonjolan terasa terganggu, baru perlu diobati,”
Jadi, langkah pertama jika punya keluhan buang air adalah langsung periksa yang nanti akan diperiksa dengan teknik colok dubur. Teknik ini merupakan tingkat pemeriksaan pertama dan paling penting,”
  • Caranya adalah dengan memasukkan jari yang bersarung tangan higienis ke anus pasien.
  • Jika wasir, umumnya tidak teraba benjolan. Sementara kalau tumor, akan langsung teraba.”
  • Setelah itu, untuk lebih meyakin kan, dilakukan pemeriksaan menggunakan alat anuscop, alat seperti selang sepanjang 20 cm berdiameter 2 cm dan memiliki lampu di ujungnya.
  • Anuscop dimasukkan ke dalam anus pasien untuk melihat apakah pasien menderita wasir biasa atau tumor.
Ada juga dengan gejala benjolan lunak di dubur yang kadang-kadang lebih dari satu benjolan. . Ada tetesan darah segar di dubur setelah buang air besar.
Penyebab bermacam-macam seperti obesitas, faktor keturunan, anal sex, defisiensi vitamin E, penuaan, duduk terlalu lama, terlalu sering mengangkat beban berat, kehamilan, sering mengejan terlalu kuat, diare, dan kebiasan BAB yang terlalu lama.Hemorrhoid akan makin membesar bila adanya tekanan yang terus menerus, misalnya karena mengedan saat buang air besar.Keadaan ini sering terjadi pada wanita hamil ataupun sehabis melahirkan, atau pada kasus kegemukan, atau penyakit sirosis hati (penciutan hati).
Gaya hidup ANda mempengaruhi terjadinya wasir. Kurang mengonsumsi makanan berserat seperti buah-buahan dan sayur mayur menyebabkan pengerasan feces. Pengerasan feces juga terjadi jika Anda terbiasa menunda buang air besar (BAB) karena kandungan air dalam feces yang tidak segera dibuang akan terus diserap oleh colon. Feces yang keras sulit dibuang dan dapat menyebabkan konstipasi sehingga memaksa Anda untuk mengejan sekuat-kuatnya.
Dalam proporsi yang menonjol kasus salah satu penyebab memang adalah sembelit atau gerakan usus keras dan tidak teratur. Kebiasaan ini memberi tekanan besar pada pembuluh darah di rectum dan anus sehingga terbentuk wasir. Feces seharusnya padat namun dapat bergerak keluar dengan lancar. Maka banyak minum air putih, mencukupi asupan gizi dan makanan berserat Konsumsi sayur, agar-agar, manisan/sari lidah buaya, atau makanan lain yang berserat tinggi, havermout, cerealia, dll.penting untuk menghindari wasir. Olahraga rutin juga bagus untuk mengurangi resiko.Kurangi makan daging dan protein hewani lainnya.
Cara pengobatannya, ada dua cara :
1. Pengobatan sendiri,
dengan mencegah pembentukan kotoran keras dengan banyak memakan sayuran, buah dan minum lebih banyak.
Kebersihan anus juga harus dijaga, mencegah iritasi dengan membasuh anus dengan minyak bayi atau cairan pelicin lainnya.
2. Dengan obat.
Obat yang biasa digunakan untuk kasus wasir adalah obat yang khusus dimasukkan ke dalam anus, atau yang istilah farmasi-nya suppositoria. Untuk obat macam ini, tidak dianjurkan jika sedang perdarahan.

Perdarahan yang keluar bersama feses akibat wasir dapat berhenti dengan sendiri. Namun, bila tidak, maka tindakan terbaik ialah istirahat, otot pantat dikencangkan, dan dubur dikompres dengan es. Daun sirih yang dihangatkan di atas api dan dilinting seperti rokok dapat dimasukkan ke dalam dubur (dioles dulu dengan vaseline supaya licin).
Adapun pengobatan tradisional untuk masalah seperti ini bisa dilakukan yang sering dicobakan adalah :

  1. Pegagan 3x1 Kapsul/hari --> untuk merevitalisasi jaringan rectum yang rusak.
  2. Daun Dewa 3x1 Kaps/hari --> untuk mengurangi pembengkakan pada otot rectum dengan mencegah dan melancarkan darah dari sumbatan-sumbatan.
  3. Lakukan terapi obat tradisional ini sedikitnya 15 hari berturut-turut dan perbanyak makan makanan berserat dan banyak minum.
LATIHAN SOAL WASIR
  1. Apa yang dimaksud dengan hemoroid/ambeien?
    Jawab:
    Hemoroid/ambeien adalah pelebaran vena di dalam pleksus hemoroid/ambeienalis yang tidak merupakan keadaan patologik.
  2. Hemoroid/ambeien dibedakan menjadi 2 yaitu hemoroid/ambeien interna dan eksterna, jelaskan masing-masing hemoroid/ambeien tersebut?
    Jawab:
    Hemoroid/ambeien interna adalah pleksus v. hemoroid/ambeienalis superior diatas garis mukotan dan ditutupi oleh mukosa, sedangkan hemoroid/ambeien eksterna merupakanpelebaran dan penonjolan pleksus hemoroid/ambeien inferior terdapat disebelah distal garis mukokutan di dalam jaringan dibawah epitel anus.
  3. Apa yang menyebabkan terjadinya hemoroid/ambeien?
    Jawab:
    Konstipasi, menngejan saat buang air besar, kecenderungan varises herediter, kehamilan, posisi berdiri yang lama, posisi berdiri yang lama, tumor abdomen, obesitas.
  4. Keluhan apa yang sering muncul pada penderita hemoroid/ambeien?
    Jawab:
    Buang air besar sakit dan sulit, adanya benjolan di dubur, buang air besar berdarah segar dan menetes
  5. Apa gejala dari hemoroid/ambeien?
    Jawab:
    Perdarahan lewat dubur, nyeri, pembengkak-an atau penonjolan di daerah dubur, sekret atau kekuar cairan melalui dubur, rasa tidak puas waktu buang air besar, dan rasa tidak nyaman di daerah pantat.
  6. Apa indikasi operasi pada penderita hemoroid/ambeien?
    Jawab:
    Penderita dengan keluhan menahun dan hemoroid/ambeien derajat III dan IV, Perdarahan berulang dan anemia yang tidaksembuh dengan terapi lain yang lebih sederhana, Hemoroid/ambeien derajat IV dengan thrombus dan nyeri hebat.
  7. Apa kontra indikasi pada penderita hemoroid/ambeien?
    Jawab:
    Hemoroid/ambeien derajat I dan II, Penyakit Chron’Karsinoma rectum yang inoperables, Wanita hamil, Hipertensi portal
  8. Apa saja diagnosis banding hemoroid/ambeien?
    Jawab:
    Karsinoma kolorektum, Penyakit divertikel, Polip, Kolitis ulseratifa, Prolaps rekti, Prolaps ani, Proktitis spesifik dan non spesifik/ Chron’s disease/ Amubiasis.
  9. Derajad hemoroid/ambeien berdasarkan prolaps bantalan ada empat macam sebutkan dan jelaskan!
    Jawab:
    • Derajad 1: Bantalan anus tidak turun sampai ke linea dentate saat mengedan, sering disertai perdarahan.
    • Derajad II: Bantalan anus prolaps sampai di bawah linea dentate saat mengedan, dapat terlihat dari luar dan langsung menghilang bila mengedan dihentikan.
    • Derajad III: Bantalan anus hingga keluar saat mengedan atau defekasi dan tetap di luar sampai direposisi secara manual, dan akan kembali turun saat mengedan berikutnya.
    • Derajad IV: Prolaps tidak dapat direposisi secara manual, memberikan gambaran bantalan interna yang ditutupi mukosa.
  10. Penyulit utama hemoroid/ambeien apa saja?
    Jawab:
    Anemia dan trombosis.
  11. Sebutkan Pemeriksaan penujang hemoroid/ambeien!
    Jawab:
    Sigmoideskopi (proktosigmoideskopi), Foto barium kolon, Kolonoskopi, bila terdapat indikasi.
  12. Apabila hemoroid/ambeien mengalami prolaps, pemeriksaan apa yang harus dilakukan?
    Jawab:
    Pemeriksaan colok dubur.
  13. Pengobatan apa saja yang harus dilakukan pada penderita hemoroid/ambeien?
    Jawab:
    Pengobatan medis dan pengobatan pembedahan.
  14. Banyak penderita hemoroid/ambeien menggenakan obat-obatan tradisional, bagaimana dengan penggunaan obat-obatan tradisional?
    Jawab:
    Prinsipnya pada pengobatan hemoroid/ambeien diperlukan obat-obatan yang dapat melunakkan kotoran , memberikan efek relaksasi pada otot dubur sehingga tidak menimbulkan rasa sakit pada saat BAB, memberikan efek pengempesan pembuluh darah balik / vena pada anus sehingga mengurangi spasme selain juga dapat mengurangi nyeri. Jika kandungan obat tradisional sudah memenuhi kriteria diatas dan tentu saja telah melewati pelbagai uji klinik (bukan hanya sekedar testimonial saja) maka tentu saja obat tersebut dapat aman untuk dikonsumsi.
  15. Apa komplikasi operasi pada penderita hemoroid/ambeien?
    Jawab:
    Inkontinensia, Retensio urine, Nyeri luka operasi, Stenosisani, Perdarahan fistula & abses.
  16. Pada prinsipnya ada 2 penatalaksanaan hemoroid/ambeien, sebutkan!
    Jawab:
    Pengangkatan pleksus dan mukosa, Pengangkatan pleksus tanpa mukosa.
  17. Teknik pengangkatan terdiri dari 3 metode, sebutkan dan jelaskan!
    Jawab:
    • Metode Langen-beck(eksisi atau jahitan primer radier), Dimana semua sayatan ditempat keluar varises harus sejajar dengan sumbu memanjang dari rectum.
    • Metode White head (eksis atau jahitan primer longitudinal), Sayatan dilakukan sirkuler, sedikit jauh dari varises yang menonjol.
    • Metode Morgan-Milligan, Semua primary piles diangkat.
  18. Jelaskan mengenai pengobatan non medis?
    Jawab:
    Pola hidup, makan dan minum, perbaikan cara/pola defekasi (buang air besar). Memperbaiki defekasi merupakan pengobatan yang selalu harus ada dalam setiap bentuk dan derajat hemoroid/ambeien. Perbaikan defekasi disebut bowel management program (BMP) yang terdiri dari diet, cairan, serat tambahan, pelicin feses dan perubahan perilaku buang air.
  19. Jelaskan Teknik operasi (Morgan Milligan)?
    Jawab:
    • Posisi pasien littotomi atau knee-chest (menungging)
    • Anestesia dapat dilakukan dengan general, regional atau lokal anestesia
    • Dilakukan praktoskopi untuk identofikasi hemorrhoid
    • Dibuat insisi triangular mulai dari kulit anal ke arah prosimal hingga pedikel hemorrhoid
    • Jaringan hemorrhoid di eksisi dengan gunting atau pisau, pedikel hemorrhoid diligasi dengan chromic catgut 3-0
    • Defek kulit dan mukosa dapat dirawat secara terbuka atau dijahit sebagian
    • Tindakan diulang pada bagian yang lain
    • lubang anus dibiarkan terbuka atau ditampon dengan spongostan.Bagaimana pencegahan hemoroid/ambeien?
  20. Bagaimana pencegahan hemoroid/ambeien?
    Jawab:
    • BAB usahakan teratur sehari sekali
    • Usahakan kotoran tidak keras sehingga pada saat BAB tidak perlu mengejan. Hindari penggunaan pencahar.
    • Jangan terlalu lama duduk di kloset
    • Banyak minum minimal 1.5 – 2 liter air putih / sehari.
    • Hindari makanan yang dapat menyebabkan iritasi lokal (makanan pedas, alcohol) atau merangsang pencernaan (kopi, teh)
    • Makanan yang seimbang, kaya serat, sayur dan buah-buahan sehingga dapat menghindari konstipasi / sembelit kronis.
    • Olah raga yang teratur seperti senam, berjalan atau berenang. Hindari olah raga seperti berkuda atau bersepeda.
    • Hindari mengangkat beban yang berat.

4 Responses to "HEMOROID - WASIR"