Latest News

Filosofi ayam kampung Jangan ditiru


        Suatu hari sepulang dari kampus saya merasa capek banget , maklumlah sebagai mahasiswa biologi yang memiliki segudang aktivitas pasti sering mengalaminya.Sepanjang jalan pulang saya terus berharap semoga bisa langsung beristirahat yang nyaman setelah sampai dirumah. Setelah berjalan 10 menit dari kampus akhirnya sampai juga  di kamar kecilku.

       Sepatuku langsung kubuka dan langsung kurebahkan tubuh ini, tak peduli lagi untuk berganti pakaian dan makan, yang penting saya bisa tidur secepatnya. Bahkan kamarku pun tak sempat lagi saya kunci, maklumlah saat itu cuaca juga sangat panas.

       Akupun mulai merasakan kenyamanan tidurku,”akh.. enaknya tidur kalau badan sangat capek” gumamku. Sekitar 10 menit kemudian tiba-tiba saja dari luar kamarku seekor ayam betina berkotek dengan kerasnya. Sontak aku terbangun mendengar suara ayam tersebut menyahut-nyahutan semakin banyaknya. Suara kotekan ayam tersebut semakin lama semakin keras membuatku marah karena telah mengganggu tidurku. Huft,”baru tidur udah diganggu” ujarku berbisik.

       Akupun keluar kamar untuk melihat kegaduhan diluar kamarku. Aku melihat kea rah pot bunga dan melihat seekor telur kecil diatasnya, “oh… ayam ini baru saja bertelur kayaknya, baru 1 butir dan kecil saja sudah ribut dan mengganggu orang” kataku. Ayam ini mengganggu saja, pastinya bukan cuman saya yang terganggu, tetapi orang lain disekitarku juga pasti terganggu. Tapi sejenak saya berpikir, saya bisa belajar dari kisah ini.

Filosofi ayam kampung Jangan ditiru

Apa yang bisa kita petik dari cerita saya diatas? Coba lihat ayam tersebut, baru bertelur 1 butir saja sudah berkoar-koar dengan bangganya sampai tidurku ternganggu. Perilaku ayam tersebut sebaiknya jangan ditiru, jangan sombong ketika sudah berkarya. Banyak orang sombong dengan karyanya sekarang, baru membuat 1 karya kecil sudah bangganya luar biasa, dipamerkan kemana-mana. Padahal belum tentu juga karyanya berguna bagi banyak orang bukan?. OLeh karena itu saya sarankan kepada para seniman dan orang orang yang suka berkarya untuk tidak sombong, dan tetaplah terus berkarya. Semoga filosofi ini bermanfaat


0 Response to "Filosofi ayam kampung Jangan ditiru"