Latest News

Ternyata Ini Penyebab Geli Kalau Digelitik

Urusan gelitik-menggelitik ternyata pernah diteliti, lho. Tahun 1897, psikolog G. Stanley Hall pernah memaparkan dua jenis gelitikan. Ada knismesis, gelitikan ringan yang tidak menyebabkan tawa. Lalu ada gargalesis, gelitikan sadis yang bikin Anda meronta-ronta itu. Anda bisa melakukan knismesis, tetapi tidak mampu melancarkan gargalesis pada diri sendiri.

Untuk mengetahui penyebabnya, Anda perlu memahami lebih dulu mengapa Anda bisa tertawa begitu keras ketika digelitiki oleh orang lain. Penyebabnya ternyata hanya karena kita tidak menduga akan mendapat serangan tersebut. Cerebellum, bagian dari otak yang memonitor gerakan kita, dapat mendeteksi antara sensasi yang sudah diduga (seperti menggaruk kulit yang gatal), dan sensasi yang tidak terduga (misalnya ketika ada serangga masuk ke dalam telinga).

Karena perbedaan inilah, kita tidak bisa memprediksi ketika seseorang menggelitik kita, atau bagaimana rasanya ketika digelitiki, sehingga hal itu membuat kita panik. Rasa panik itulah yang kemudian dimanifestasikan melalui tawa yang tidak terkontrol. Yang menarik, "panic mode" ini diperkirakan telah menjadi proteksi evolusioner terhadap pemangsa kita dulu. Kalau sekarang sih, rasanya tak mungkin kita tertawa ketika ada ular membelit kaki kita, bukan?

Oleh karena itu, kita tidak bisa menggelitiki diri sendiri. Kalau kita melakukannya, itu karena otak memberitahu tangan untuk membuat gerakan-gerakan menggelitik bagian bawah lengan, misalnya. Dan karena kita tidak terkejut dengan gerakan tersebut, maka kita tidak tertawa. Dengan kata lain, untuk menyebabkan Anda tertawa, harus ada elemen yang mengejutkan atau tidak terduga.

Namun, ini yang perlu Anda perhatikan, meskipun digelitik itu menimbulkan tertawa, ini bukan cara yang baik untuk membuat kita tertawa. Gelitikan juga bisa membuat kita tersiksa, lho. Coba saja jika telapak kaki kita digelitik kuat-kuat oleh orang lain, tak hanya rasa geli yang didapat bukan?

0 Response to "Ternyata Ini Penyebab Geli Kalau Digelitik"