Latest News

filosofi semut

“Ada Gula Ada Semut”.
Mungkin kebanyakan binatang melihat semut sebagai binatang yang serba untung.
Setiap kali ada gula, semutlah binatang yang paling dulu sampai di tempat. Kenapa?.
Karena semut terus bergerak,
tidak heran kesempatan-kesempatan yang terbaik pun akan diraihnya.
Tentu tidak mudah juga bagi semut untuk meraihnya.
Kadang gula itu berada ditempat yang tinggi,
di tempat yang jauh dari tempat tinggalnya.
Sesulit apapun gula itu diraih,
semut tetap berusaha untuk menuju ke tempat tersebut.
Dalam kehidupan kita (manusia),
banyak gula yang ada di sekitar kita berupa kesempatan untuk maju,
kesempatan untuk menjadi lebih baik, dan lain sebagainya.
Namun terkadang kita mengabaikan dan merasa malas untuk menggapai kesempatan tersebut.
Dengan belajar dari filosofi ini,




Semut memikirkan musim dingin ketika musim panas tiba.


Ada sebuah cerita yang menceritakan tentang seekor semut yang bekerja begitu giatnya pada musim panas yang ditertawakan oleh seekor belalang yang sedang asyik menikmati hangatnya musim panas.



Semut mengerti bahwa setiap musim panas pasti akan berakhir dan berganti dengan musim dingin.


Mengetahui bahwa banyak hal yang tidak dapat dilakukan pada musim dingin,


maka semut memanfaatkan waktu musim panas untuk mengumpulkan makanan sebanyak-banyaknya demi menghadapi musim dingin yang tidak menentu.


Demikian pula sebaliknya. Semut memikirkan musim panas ketika musim dingin tiba.


Semut mengetahui bahwa dengan memberikan fokus pada surmanya musim dingin, sedikitpun tidak akan membantunya untuk menjadi lebih baik.


Bangsa semut yang hidup dengan tujuan menggunakan pikirannya terfokus pada datangnya musim panas manakala mereka akan siap bekerja lagi.


Tidak heran jika musim panas tiba, mereka siap untuk memberikan yang terbaik dalam hidup ini.


Filosofi ini mengajarkan kita (manusia) untuk tidak terlena ketika kita telah sukses dalam mencapai tujuan. Sukses yang telah diraih hanyalah sebuah keberhasilan sementara, masih ada jalan yang perlu ditempuh lagi ke depan.
kita dapatkan satu etos untuk belajar melihat peluang
dan berusaha untuk meraihnya melalui kerja keras.




Semut tidak pernah kehabisan akal.


Apakah kalian pernah coba menghentikan laju si semut?.


Coba hentikan langkah mereka


dengan menaruh tangan kamu dengan tujuan untuk merintangi jalan mereka.


Apa yang akan dilakukan oleh semut tersebut?


Mereka (semut) pasti tidak akan berhenti dan menangisi nasib,


mereka akan akan mencoba mencari jalan lain,


entah itu ke kanan atau ke kiri.


Jika kalian menghambat jalan mereka ke kanan,


mereka akan ke kiri. Dan jika sekali lagi kalian menghambat jalannya,


ia akan mulai memanjat tangan kamu.


Prinsip bahwa selalu ada jalan bagi mereka yang memiliki tujuan,


itulah yang dipegang oleh bangsa semut.


Kita terkadang terlalu terfokus pada halangan yang muncul dihadapan kita.


Bukannya kita berusaha mencari jalan keluar atau jalan lain terhadap masalah tersebut,


kita justru mundur dan menganggap diri tidak mampu.


Ini adalah pelajaran yang bisa menginspirasi kita (manusia)


bahwa jalan keluar selalu ada


jika kita mau mencari dan berusaha terhadap setiap halangan yang menghadang.
Semut memiliki tujuan yang jelas. Tidak percaya?


Coba perhatikan bagaimana semut berjalan. Mereka berjalan dengan terburu-buru,


tidak pernah ada seekor semut berhenti dan diam merenung,


atau berjalan gontai.


Mereka memiliki tujuan yang jelas


sehingga antusiasme muncul dengan sendirinya dari tujuan tersebut.


Tujuan yang jelas membuat mereka tidak mudah menyerah akan kegagalan sesaat

0 Response to "filosofi semut"